Header Ads

Penghina GUSDURian Dilaporkan, Mardiansyah; Abrari Belum Klarifikasi !

Manado | Elemen pencinta Gus Dur se Sulawesi Utara, diantaranya GUSDURian Manado, GUSDURian Totabuan, IPNU, ANSOR Manado, PWNU Lesbumi Sulut serta beberapa ormas lainnya, saat ini sedang melakukan penggalangan aksi membuat pengaduan masyarakat ke Pimpinan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, terkait tindakan oknum dosen yang menghina Ulama NU dan GUSDURian. Diketahui, Abrari Ilham, sang dosen, tercatat telah berkali-kali membuat status di WA-Storynya dengan bahasa-bahasa yang menyudutkan ulama NU dan GUSDURian.

Akun Facebook milik Abrari Ilham
Terakhir, Abrari menyebut GUSDURian dungu dan jahiliah. Hal ini akhirnya mendapat respon keras dari banyak kalangan. Tak terkecuali dosen-dosen IAIN Manado lainnya yang juga tersinggung atas penghinaan tersebut.

Dua dosen yang merespon keras diantaranya Rahman Mantu dan Ali Ameen. Keduanya, sebagai pencinta Gus Dur, tidak menerima dengan pernyataan Abrari. "Ini sudah keterlaluan dan berulang kali. Tidak pantas ada dosen di kampus yang mengusung tema keragaman kemudian menghina kelompok lain" ujar Ali. "Abrari sudah keterlaluan. Dia bukan mengkritik, tapi menghujat. Bahkan hal ini menjadi provokasi ke mahasiswa untuk menabur kebencian" tegas Rahman.

"Hingga saat ini, semenjak pemeberitaan mencuat, Abrari dikabarkan belum membuat pernyataan klarifikasi." Ungkap Ketua Lesbumi, Mardiansyah Usman. GUSDURian Manado sendiri sempat menunggu i'tikad yang bersangkutan. Namun, oleh karena tidak ada respon, maka elemen-elemen di atas membawa kasus ini ke ranah hukum sekaligus menuntut kampus untuk mengevaluasi dosen tersebut. (Adm)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.