Header Ads

Sebut GUSDURian "Jahil", Dosen IAIN Manado Diminta Klarifikasi



Manado | Menanggapi kegiatan GUSDURian Malang yang menampilkan tarian sufi serta tabuhan rebana di salah satu Gereja Katolik, Kota Malang pada momentum perayaan Natal, dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado,  Abrari Ilham, pada status stori WA-nya menyebut GUSDURian tersebut jahil dan dungu. Ia menampilkan foto kegiatan tersebut sembari memberi keterangan "Kejahilian dan Kedunguan Kaum sufi Gusdurian...".

Atas statmen tersebut, Mardiansah Usman, Ketua Lesbumi NU Sulut sekaligus penggerak GUSDURian Manado, membuat status di Facebook pribadinya, "Dosen IAIN Manado nama Abrari Ilham yang mana ya ???
Saya dan sahabat2 Gusdurian Sulut ingin Tabayyun dengan beliau..." tulisnya.


Menurut Mardiansyah, secepatnya akan tabyyun (meminta klarifikasi) kepada yang bersangkutan. Sebab, statment yang menyebut GUSDURian jahil adalah ungkapan sinis yang mengarah kepada pelecehan. Sehingga, sebagai bentuk menjaga silaturahim, maka dibutuhkan pertanggung jawaban dari Sang Dosen. (Adm)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.